“Your body is away from me, but there is a window open from my heart to yours.” ~Jalaluddin Rumi “Nduk... Nduk... Bangun. Hari sudah mulai petang. Sudah surup , waktunya sembahyang Maghrib.” Kata seorang nenek berdialek medok bertudung kain tipis berpakaian adat jawa sembari menggoyang lengan Mawar pelan-pelan. Mawar perlahan membuka matanya dengan sedikit kaget ada seorang nenek di dekatnya. Badannya tergerak duduk lebih tegak dan mengatur nafas agar terlihat senormal mungkin. Mata Mawar juga terbelalak melihat langit sudah berganti selimut menjadi jingga dengan hiasan burung-burung hitam kecil beterbangan. “Iya, Nek. Tidak terasa saya tidur lama disini. Oh iya, nenek siapa namanya? Asal nenek darimana kok jam segini masih di jalanan sini?” tanya Mawar sedikit penasaran atas kehadiran nenek itu di dekatnya. Sang nenek menengokkan kepalanya ke kanan kiri penuh waspada untuk memastikan tidak ada telinga lain yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Lalu pandangan nenek it...